Ditulis Oleh :
- Ana Permata Hati
- Ayu Kusuma Wardani
- Bambang Widiastoro
- Bagus Kristanto
- Kiki Edwand
Ekologi berasal dari kata ”oikos” yang berarti rumah dan ”logos” secara harfiah ekologi adalah ilmu tentang mahluk hidup dalam rumahnya atau rumah tangga mahluk hidup. Ekologi mempelajari dinamika dan karakter seseorang atau kelonpok, ekologi juga mempelajari hubungan timbal balik atau interaksi timbal balik mahluk hidup dengan lingkungannya sehingga dikatakan sebagai jaring-jaring kehidupan. Fritjof Capra merumuskan konsep jaring kehidupan merupakan hubungan antara semua mahluk hidup atau organisme-organisme yang ada di bumi baik itu, tumbuhan, binatang dan manusia dan benda-benda lain yang ada di bumi dimana secara keseluruhan terikat dan mempunyai ketergantungan satu sama lain, jaring kehidupan merupakan rangkaian dari kehidupan mahluk yang saling bergantung untuk menjaga keseimbangan, karena jika dalam jaring kehidupan terdapat satu kerusakan atau tidak berfungsinya salah satu bagian jaringan tersebut maka akan terjadi ketidakseimbangan dan berpengaruh terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam jaring kehidupan kompetisi diperlukan mahluk hidup untuk mampu bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya, berangkat dari pemikiran Darwin mengenai teori evolusi teori tersebut beranggapan bahwa organisme berasal dari organisme yang lebih rendah atau kurang sempurna melalui sebuah proses. Evolusi ini pada akhirnya bertujuan untuk survive dalam kehidupan. Jika dikaitkan dengan pandangan Darwin tersebut, maka manusia merupakan hasil dari proses evolusi. Yakni hasil dari evolusi hewan mamalia (primata). Konsep ini pada akhirnya dijadikan acuan dan digunakan oleh Spencer dalam melihat masyarakat. Spencer beranggapan bahwa masyarakat dalam kehidupannya tumbuh atau berkembang kearah yang lebih baik.
Dalam tulisan karya-karyanya Spencer banyak melakukan perbandingan antara dua organisme yaitu organisme individu dan organisme sosial. Spencer mengamati keduanya sebagai organisme biologis, dia mengasumsikan bahwa manusia sebagai masyarakat juga mengalami evolusi dari bentuk sederhana sampai ke bentuk yang kompleks. Konsep yang utama dalam teori evolusi yang dicetuskan oleh Spencer adalah pertumbuhan, pembedaan, pengintegrasian, dan adaptasi. Dalam proses tersebut masyarakat mengalami perluasan struktur dan deferensiasi. Dengan kata lain dalam proses kehidupan manusia bermasyarakat, terjadi pula proses perubahan-perubahan guna mencapai keadaan yang lebih baik, yang menjadi garis besar disini yang juga memperlihatkan pembedaan teori evolusi antara teori evolusi Darwin dan teori evolusi Spencer adalah konsep Darwin mengenai organisme ini mengarah pada organisme biologi. Sedang konsep evolusi Spencer mengarah pada organisme sosial.
Dalam prosesnya kompetisi yang dilakukan oleh mahluk hidup untuk mempertahankan kehidupannya atau eksistensinya selalu ada dominasi, dominasi merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk bertahan hidup ketika seorang individu telah mampu melakukan dominasi maka dia akan mendapatkan kekuasaan dalam komunitasnya dan hal tersebut adalah rasional dan fungsional apabila digunakan untuk menjaga kestabilan posisi. Kompetisi dan dominasi dalam ekologi menghasilkan suatu urutan perubahan yang dinamakan suksesi, suksesi sangat bergantung dari adanya kompetisi dan dominasi tanpa adanya kompetisi dan dominasi maka suksesi juga tidak akan ada, suksesi sendiri lebih berperan dalam urutan proses perubahan dan pengembangan yang mengarah pada penciptaan makna.
Ekologi yang di konsepkan oleh Park lebih dipusatkan pada keseimbangan dan tekanan mutu dari kehidupan spesies di dalam habitat yang sama. Dalam ekologi sendiri faktor penentu dalam tolok ukur keberhasilan adalah keseimbangan. Hubungan yang terjadi antar individu dalam suatu masyarakat merupakan hubungan timbal balik dari kebiasaan interaksi manusia dengan lingkungannya, dan hal ini tidak sama dengan hubungan kehidupan lain misal tumbuhan dan binatang. Dari paparan tersebut terlihat bahwa konsep pemikiran Park mengacu pada konsep pemikiran simmel bahwa hakikat kenyataan sosial yang menunjukkan gambaran bahwa masyarakat lebih daripada jumlah individu yang membentuknya. Masyarakat tidak pernah ada sebagai sesuatu benda objektif terlepas dari anggota-anggotanya. Kenyataanya itu terdiri kenyataan proses interaksi timbal-balik. Melalui proses ini individu saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Dengan adanya hubungan interaksi antara satu dengan yang lain akan terjadi simbiosis yang didasarkan pada kompetisi dan kultural.
DAFTAR PUSTAKA
Capra, Fitjrof . 1997. Titik Balik Peradaban (Sains, Masyarakat dan Kebangkitan Kebudayaan). Jogjakarta. Bentang Budaya
Paul Jhonson, Doyle. 1988. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.